Showing posts with label buku. Show all posts
Showing posts with label buku. Show all posts

Sunday, December 15, 2013


penulis buku
Dalam bisnis penerbitan buku (book publishing), ada banyak bidang pekerjaan yang berkaitan dengan hal tersebut, misalnya menjadi editor, translator (penerjemah buku), desainer buku, ilustrator sampul buku, pembuat resensi,  menjadi proofreading (pendeteksi kesalahan isi buku sebelum dipublikasikan) dan yang paling vital tentu profesi sebagai penulis. Tanpa ada karya-karya dari para penulis, maka bisnis penerbitan akan bangkrut. Menjadi seorang penulis (author) mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya: tidak dibatasi oleh jam kerja, bebas menentukan tempat bekerja (di kamar, di kantor, di taman, dsb.), bisa mencurahkan imajinasi dan pendapat pribadi, berkesempatan untuk terkenal, dan karya buku yang bagus sering diangkat menjadi film. 

Di zaman yang semakin canggih ini, berprofesi sebagai seorang penulis atau pun hanya sebagai kerja sampingan (part time) merupakan sesuatu yang cukup menarik untuk digeluti dan berprospek cerah sebagai salah satu sumber penghasilan. Lalu bagaimana caranya menjadi seorang penulis buku? Mari kita simak sekilas penjelasannya:

1. Menentukan kategori (tema) tulisan
Yang pertama anda lakukan adalah menggali ide dan menentukan tema yang akan ditulis untuk buku anda. Misalnya menulis tentang resep masakan, membuat buku cerita atau novel, menulis tentang kebudayaan, membuat tulisan yang bertema non-fiksi, membuat buku pelajaran, menulis tentang tutorial pertanian, menulis buku humor, membuat photobook, dan lain sebagainya. Semua pilihan tergantung minat dan kemampuan anda. Ada baiknya jika anda mempertimbangkan jenis tema buku yang sesuai dengan selera pasar terkini. Namun, ada juga beberapa penulis yang menulis berdasarkan pesanan dari tim penerbit.

2. Mulai menulis
Setelah anda menemukan ide pokok dan gagasan utama dalam proyek buku anda, maka langkah selanjutnya adalah menuangkannya dalam rangkaian tulisan. Jika buku anda adalah jenis non-fiksi, maka anda perlu juga mengumpulkan data-data sebagai penunjang isi buku. Tidak batasan yang pasti tebal halaman yang mesti anda tulis. Yang terpenting dalam poin ini adalah menulis sebaik dan semenarik mungkin.

3. Mengajukan naskah
Setelah anda menyelesaikan isi dari buku karangan anda, langkah berikutnya adalah mengajukan (menawarkan) naskah tulisan anda ke perusahaan-perusahaan penerbit. Di Indonesia ada ratusan perusahaan penerbitan buku yang bisa anda pilih, baik yang berskala nasional maupun lokal. Anda bisa menawarkan karya anda secara offline, misalnya dengan mendatangi kantor perwakilan di daerah atau mengirimkan naskah lewat pos. Selain secara offline, beberapa penerbit juga menyediakan fasilitas online, yaitu pengiriman naskah melalui situs websitenya (biasanya lewat email), contohnya penerbitsalemba.com; gavamedia.net; dan lain-lain. Pada tahap inilah, seorang calon penulis ditentukan nasibnya. Jika naskah yang telah diajukan ke penerbit tersebut mendapat respon positif, maka bisa dipastikan 80% ia telah menjadi seorang penulis. Namun untuk menembus tembok tersebut merupakan hal yang sulit. Pihak penerbit biasanya lebih mengutamakan karya-karya dari penulis yang ternama. Tetapi, jika isi naskah anda diproyeksikan laku di pasaran, bukan hal mustahil jika anda akan segera dihubungi untuk teken kontrak kerjasama.

4. Tahap pencetakan dan publikasi
Urusan pencetakan dan penerbitan buku, sepenuhnya ada di pihak penerbit. Sebelum diprint dan publishing, akan dilakukan tahapan editing dan peninjauan ulang agar benar-benar pas. Lalu bagaimana jika tidak diterima jadi penulis di suatu perusahaan penerbit? Melihat begitu ketatnya persaingan menjadi seorang penulis, hanya sedikit orang yang bisa lolos dan bukunya dipublikasikan ke pasaran. Oleh sebab itu, banyak calon penulis yang lebih memilih menjadi penerbit mandiri (self-publishing). Apa itu penerbit mandiri (self-publishing)? Penerbit mandiri adalah seorang penulis yang juga menerbitkan (mencetak) bukunya sendiri, serta melakukan pemasaran secara mandiri. Tentu biayanya ditanggung sendiri. Bagi penulis kecil (pemula), tentu hal tersebut sangat memberatkan. Maka banyak penulis yang memakai sistem pemasaran POD (Print On Demand) atau dicetak berdasarkan pesanan, seperti yang dilakukan oleh John Saul dari Amerika. Sistem pemasaran ini umumnya dilakukan melalui pemasaran online, dan buku tidak dijual di toko-toko buku. Para pembeli melakukan pemesanan lewat website, kemudian penulis akan mencetakan bukunya dan dikirimkan ke alamat si pembeli. Hal ini tentunya akan mengurangi resiko kerugian. Para penulis yang tidak mempunyai fasilitas cetak, biasanya menggunakan jasa pihak ke tiga, baik secara offline maupun online. Ada banyak perusahaan yang menyediakan jasa pencetakan di internet, contohnya nulisbuku.com. Perusahaan penerbitan indie tersebut sangat membantu para penulis pemula yang tidak mempunyai modal. Penulis cukup mengirimkan naskah beserta desain sampulnya ke website pencetak tersebut (lewat email). Ringkasan buku penulis (treiller) akan terpajang di toko online perusahaan tersebut. Ketika seorang pembeli melakukan pesanan, maka penyedia jasa cetak POD tersebut kemudian mencetakkan buku yang dipesan (papper book), mengkemasnya (wrapper), lalu melakukan pengiriman. Hasil penjualan akan dibagi berdasarkan kesepakatan.

Demikian sekilas tentang langkah-langkah menjadi seorang penulis. Selain mempunyai ide-ide tulisan yang briliant, melakukan promosi adalah hal yang wajib dilakukan agar buku tersebut dikenal banyak orang dan laku di pasaran. Untuk melindungi karya anda, maka ajukan permohonan nomor ISBN (International Standard Book Number) ke Perpustakaan Nasional yang terletak di jalan Salemba Raya - Jakarta. Biasanya ISBN diurus oleh pihak penerbit, namun untuk penulis mandiri harus diurus sendiri, bisa langsung datang ke kantor Perpusnas di Jakarta atau lewat faxmilenya. Selamat menulis...!!!

Friday, December 13, 2013

Buku ini mungkin tidak pernah akan Anda temui di toko buku setempat di daerah Anda! The Enzo Diamante Edition of The Official Ferrari Opus, begitu buku tebal ini dinamakan. Harganya? USD275.000 atau kira-kira Rp2,3 miliar! Buku Ferrari Opus ini disebut-sebut sebagai publikasi paling eksklusif yang pernah dibuat.

Ferrari Opus

Selengkapnya »

Friday, October 25, 2013

Serial bersambung Tanah Warisan karya SH Mintardja ini diambil dari situs Kedaulatan Rakyat (http://www.kr.co.id/) (07-08-2001 - 02-06-2002).

Sekilas cerita:

Perlahan-lahan ia berjongkok di depan perapian. Sebuah belanga berisi air terpanggang di atas api. Satu-satu dimasukkannya batang-batang kayu bakar yang kering ke dalam lidah api yang menjilat-jilat. "Kalau anak-anak itu ada di rumah," sekali lagi ia berdesah. Seleret kenangan meloncat ke masa lampaunya. Kepada anak-anaknya. Dua orang anak laki-laki. Tetapi keduanya tidak ada di sampingnya. Tetapi perempuan tua itu mencoba menerima nasibnya dengan tabah. Kesulitan demi kesulitan, penderitaan demi penderitaan lahir dan batin telah dilampauinya. Namun seolah-olah seperti sumber air yang tidak kering-keringnya. Terus menerus datang silih berganti.


"Hukuman yang tidak ada habisnya," desahnya. Namun kemudian ia mencoba menempatkan dirinya untuk menerima segalanya dengan ikhlas.

"Semua adalah akibat dari kesalahanku sendiri."

Silakan klik di sini untuk mengunduh cerita selengkapnya. Selamat menikmati dan teruslah berbagi.
Banyak pertanyaan remeh yang kerap tidak dapat dijawab orang awam. Mungkin juga termasuk Anda. Misalnya, apakah lebih banyak jumlah orang yang masih hidup atau yang telah meninggal? Bisakah Anda menemukan alasan yang tepat mengapa ingus berwarna hijau?

Nah, sebelum harga diri Anda "dipertaruhkan" di depan anak dan cucu, lebih baik Anda membaca buku berjudul ‘Mana yang Lebih Banyak, Orang Hidup atau Orang Mati & Mengapa Rambut Menjadi Uban?


Beberapa pertanyaan lain misalnya, mengapa telur tidak bulat atau persegi? Kenapa pisang tidak boleh masuk kulkas? Kenapa kita menangis sewaktu mengiris bawang? Matahari semakin uzur, berapa lama lagi umur bumi? Mengapa kantong kresek selalu berisik? Mengapa ikan tidak kentut? Adakah hubungan antara kedinginan dan masuk angin? Kenapa ingus berwarna hijau?

Mengapa telur tidak bulat atau persegi? Anda mau tahu jawabannya? Buku ini menyediakan jawabannya.

Silakan klik di sini untuk mengunduh bukunya. Selamat menikmati dan teruslah berbagi.
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!